Senin, 02 Februari 2009

Ilmu Pengetahuan

ILMU KARNAMU AKU MAMPU MENGKRITISI SUATU KARYA

    Dalam rangka mempelajari ilmu pengetahuan secara mendalam, saya mencoba untuk membaca dan menelaah tiga buku referensi. Saya yakin setelah menelaah buku tersebut, saya akan memperoleh pemahaman awal tentang ilmu pengetahuan. Saya sadar jika ingin mempelajari ilmu apapun juga, kita harus mengetahui apa sebenarnya ilmu pengetahuan itu dan pengetahuan seperti apa yang bisa kita katakan pengetahuan ilmiah. Supaya dapat menjawab pertanyaan tersebut saya mencoba membuat kualifikasi tentang syarat sebuah pengetahuan ilmiah. Selanjutnya merujuk dari kualifikasi yang saya buat tersebut, saya mencoba menilai sebuah skripsi, buah karya Yuka Widiasar yang berjudul Fenomena Penurunan Kualitas Pembelajaran dan Rendahnya Minat menjadi Tenaga Pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an di Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping ,Kabupaten Sleman. 
    Pengertian dari ilmu sendiri adalah suatu pengetahuan yang teratur dari hal pekerjaan hukum sebab dan akibat.(Moh hatta,1987:14). Setelah kita mengetahui pengertian dari ilmu, saya akan menguraikan kualifikasi tentang syarat pengetahuan ilmiah yang merujuk dari beberapa buku, antara lain,
1.    Adanya objek yang jelas. Menurut Imanuel Kant” Apabila pengetahuan hendak memperoleh bobot yang bersifat ilmiah, haruslah ia memperoleh objek langsung maupun tidak langsung serta dapat ditangkap secara indrawi dan kemudian diolah lebih lanjut secara umum”. Pada dasarnya objek dibagi menjadi dua, yaitu objek material dan objek formal. Objek material adalah objek yang berkaitan dengan materi yang disajikan, sedangkan objek formal adalah objek yang berkaitan dengan sudut pandang dari sebuah ilmu. Objek dalam hal ini juga dapat dikatakan sebagai masalah yang menjadi pembahasan.
2.    Menggunakan metode (kaidah) keilmuan. Pernyataan tersebut merujuk dari pengertian pengetahuan ilmiah yaitu segenap hasil pemahaman manusia yang diperoleh dengan menggunakan metode-metode ilmiah.(Soejono soemargono,1983:13). Sedangkan yang dimaksud dengan metode atau kaidah ilmiah adalah cara atau langkah yang harus ditempuh untuk memperoleh suatu pengetahuan ilmiah. Metode ilmiah terdiri atas:
a.    latar belakang masalah
b.    rumusan masalah
c.    batasan masalah
d.    pembahasan masalah 
e.    penyelesaian masalah
Setidaknya lima hal dasar tersebut harus dilakukan seseorang untuk mengahasilkan sebuah pengetahuan ilmiah .
3.    Mepunyai sikap objektif atau subjektif. Seseorang dalam menuangkan ide (gagasan) dan melakukan eksplorasi terhadap objek, haruslah mendasarkan diri pada salah satu atau kedua sikap tersebut. Sikap objektif adalah yaitu sikap seseorang suatu sikap yang menilai suatu objek sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya dari objek tersebut. Jika seseorang mendasarkan diri pada sikap objektif, dia akan banyak memaparkan data kuantitatif dalam pembahasan tulisannya. Sedangkan sifat subjektif adalah sikap seseorang yang tidak melakukan penggambaran terhadap objek, tapi cenderung menyerahkan kepada manusia yang hendak memahami objek tersebut. Sikap subjektif biasanya memaparkan data kualitatif.
4.    Haruslah dapat dipertanggungjawabkan kebenaran isinya. Dengan kata lain sebuah ilmu harus mencerminkan keadaan yang sesungguhnya dari objek yang bersangkutan. Untuk lebih menunjukkan pertanggungjawabannya biasanya sebuah ilmu merujuk pada teori-teori tertentu. Berawal dari teori tersebut seseorang akan melakukan improvisasi argumen yang merujuk dari beberapa literatur.
5.    Harus melakukan Approach. Approach merupakan pendekatan yang menggunakan suatu kriterium tertentu untuk menyelidiki sebuah ilmu tertentu. Hal tersebut juga memerlukan data-data yang dikumpulkan untuk melakukan penyelidikan. Dengan kata lain dalam sebuah pengetahuan ilmiah haruslah dipaparkan pendekatan yang dilakukan untuk memperolah sebuah ilmu.
    Merujuk dari lima kualifikasi yang saya paparkan diatas, kirangnya skripsi dari Sdri Yuki Widiasar dengan judul Fenomena Penurunan Kualitas Pembelajaran dan Rendahnya Minat menjadi Tenaga Pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an di Desa Banyuraden Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman dapat saya katakan sebagai pengetahuan ilmiah, karena memenuhi semua kualifikasi yang saya tetapkan sebagai syarat pengetahuan ilmiah. Dengan pembuktian sebagai berikut:
a)    Adanya objek yang jelas. Objek dari skripsi Sdri Yuka Widiasar adalah Taman Pendidikan Al-qur’an, yang menyoroti masalah rendahnya minat menjadi tenaga pengajar taman pendidikan Al-qur’an di Desa Banyuraden, kecamatan Gamping, kabupaten Sleman
b)    Menggunakan metode (kaidah) ilmiah. Penulis skripsi dalam menciptakan sebuah pengetahuan telah menggunakan metode ilmiah yang benar dan sistematis. Hal ini dapat kita lihat pada bagian pendahuluan yang memuat: latar belakang masalah (hal 1-15), rumusan masalah (hal 16), dan batasan masalah (hal 17). Selain itu pembahasan masalah telah dikupas secara mendalam (hal 110-126) dan yang terakhir penulis telah melakukan penyelesai masalah (hal127-143).
c)    Mempunyai sikap objektif atau subjektif. Penulis skripsi telah menggunakan kedua sikap tersebut dalam menghasilan sebuah pengetahuan. Untuk menunjukkan sikap objektif penulis skripsi memberikan gambaran tentang Taman Pendidikan Al-qur’an, mulai dari sejarah berdirinya ( dapat dilihat pada bagian abstraksi), kondisi Taman Pendidikan Al-qur’an yang mengambil sample 13 TPA(hal 58-71) yang disertai dengan problematika yang dialami oleh masing-masing TPA, yang disertai dengan wawancara yang dilakukan penulis skripsi kepada tenaga pengajar TPA (hal 74,76,81,83.83 dan seterusnya)..Dan table yang lebih menguatkan gambaran TPA (hal 118 dan hal 122). Sedangkan sikap subjektif diperlihatkan penulis skripsi pada penyelesaian masalah (hal 138-142).
d)    Harus dapat dipertanggungjawabkan kebenaran isinya. Penulis skripsi mengambil beberapa teori yang relevan, seperti teori funsional dan agama oleh Clifford Geerzt, teori aksi max weber dan teori klasik organisasi(hal 19-24). Teori tersebut dijadikan dasar dalam membangun sebuah argumen Selain itu penulis skripsi menyertakan bukti autentik dalam memperoleh data, salah satunya dengan menyertakan bukti wawancara yang dilakukan kepada pengajar TPA untuk lebih mengetahui kondisi TPA secara objektif.
e)    Haruslah Approach,Penulis skripsi menggunakan dua pendekatan untuk memperoleh sumber data, yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dimaksudkan untuk menghasilkan ilmu yang menyeluruh dan lengkap serta konseptual dengan dinamika dan perkembanagn yang terjadi dilapangan(hal26). Pendekatan kuantitatif dimaksudkan untuk meyakinkan pembaca tentang kondisi dari sebuah objek. Hal ini telah dilakukan penulis skripsi dengan menyertakan tabel dan wawancara.
Diakhir tulisan ini saya akan menegaskan kembali bahwa skripsi dari Sdri Yuka Widiasar merupakan pengetahuan ilmiah. Mengingat setelah saya melakukan telaah tersebut semua kualifikasi syarat ilmiah yang saya tetapkan kesemuannya ada pada skripsi tersebut



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar